Workshop “Kampus Sehat Mental: Mewujudkan Ekosistem Akademik Peduli Kesejahteraan Psikologis”.



UPA BK UNTAD Gelar Workshop “Kampus Sehat Mental” untuk Wujudkan Ekosistem Akademik yang Inklusif dan Peduli
Unit Pelaksana Teknis (UPA) Bimbingan dan Konseling Universitas Tadulako (UNTAD) sukses menyelenggarakan kegiatan workshop bertajuk “Kampus Sehat Mental: Mewujudkan Ekosistem Akademik Peduli Kesejahteraan Psikologis”. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk komitmen nyata UNTAD dalam membangun lingkungan kampus yang responsif, aman, serta mendukung kesejahteraan mental seluruh civitas akademika.
Kegiatan dibuka secara resmi dan dihadiri langsung oleh Kepala UPA Bimbingan dan Konseling UNTAD. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara kesadaran diri mahasiswa dan dukungan kampus. Kesehatan mental merupakan fondasi utama agar mahasiswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang tangguh secara emosional.
Menghadirkan Pakar Kesehatan Mental dan Psikologi
Untuk memberikan pemahaman menyeluruh dari sudut pandang medis maupun psikologis, workshop ini menghadirkan dua pakar di bidangnya:
- Dr. Banu Kagdaga Kalingga Murda, Sp.KJ. Membawa perspektif medis psikiatri, beliau memaparkan pentingnya deteksi dini terhadap gangguan kesehatan mental di lingkungan mahasiswa, cara mengenali sinyal krisis psikologis, serta langkah penanganan medis yang tepat tanpa stigma.
- Dellia Putri Reunita, S.Psi. Fokus pada pendekatan psikologis dan praktis, beliau membagikan strategi penguatan coping mechanism, pengelolaan stres akademik, serta pentingnya membangun peer support (dukungan sebaya) di lingkungan sekitar kampus.
Antusiasme Mahasiswa UNTAD
Workshop ini disambut antusias oleh puluhan mahasiswa UNTAD dari berbagai fakultas. Selain mendengarkan paparan materi, para peserta aktif terlibat dalam sesi diskusi interaktif, tanya jawab, dan simulasi penanganan awal dinamika psikologis yang sering dialami di dunia perkuliahan.
Melalui kegiatan ini, UPA BK UNTAD berharap dapat terus menggaungkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, mengurangi stigma negatif, serta mewujudkan ekosistem akademik yang saling peduli dan mendukung satu sama lain.


