Archive: 20 Oktober 2025

Pelatihan Pendidikan Damai

UPA BK Untad Gelar Pelatihan Pendidikan Damai: Upaya Strategis Membangun Kesadaran Multikultur Mahasiswa

Palu, 20 Oktober 2025 – Unit Pelaksana Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Tadulako (Untad) sukses menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pendidikan Damai bertempat di Conference Room Media Center Untad.

Pelatihan yang mengusung tema “Pendidikan Damai sebagai Upaya Strategis Membangun Kesadaran Multikultur di Kalangan Mahasiswa UNTAD” ini diikuti secara antusias oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Tadulako.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah nyata perguruan tinggi dalam merawat toleransi, memperkuat semangat kebangsaan, dan membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai pentingnya keberagaman di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Dalam sambutannya, pihak pengelola UPA BK Untad menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agent of change memiliki peran vital dalam menciptakan iklim kampus yang inklusif, kondusif, dan bebas dari konflik sosial. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali materi interaktif mengenai keterampilan komunikasi nirkekerasan (non-violent communication), resolusi konflik, serta penanaman nilai-nilai toleransi lintas budaya.

Melalui penyelenggaraan Pelatihan Pendidikan Damai ini, UPA BK Untad berharap nilai-nilai multikulturalisme dan budaya damai dapat tertanam kuat dalam keseharian mahasiswa, sehingga menciptakan ekosistem akademik yang harmonis dan saling menghargai.

Konselor Sebaya

UPA BK UNTAD Gelar Pelatihan Konselor Sebaya untuk Perkuat Peer Supporting System Mahasiswa

Palu — Unit Pelaksana Akademik Bimbingan dan Konseling (UPA BK) Universitas Tadulako sukses menggelar Pelatihan Konselor Sebaya bagi mahasiswa UNTAD pada Jumat, 17 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Conference Room Media Center UNTAD dan diikuti oleh puluhan mahasiswa perwakilan dari berbagai fakultas.

Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar konseling, komunikasi empatik, serta kepekaan sosial terhadap isu kesadaran kesehatan mental di lingkungan kampus. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat menjadi garda terdepan (peer supporter) yang siap mendengarkan, mendampingi, dan memberikan dukungan awal bagi sesama mahasiswa yang membutuhkan tempat berbagi.

Kepala UPA BK UNTAD menyampaikan bahwa pembentukan konselor sebaya merupakan langkah strategis kampus dalam menciptakan ekosistem akademik yang sehat, aman, dan inklusif. Pendekatan antarteman (peer-to-peer) dinilai efektif karena mahasiswa cenderung lebih nyaman menceritakan kendala akademik maupun personal kepada sesama rekan sejawat.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi interaktif, analisis studi kasus, hingga simulasi konseling langsung dari tim konselor profesional UPA BK UNTAD.

Dengan terlaksananya pelatihan ini, UPA BK UNTAD berkomitmen untuk terus mendampingi dan memfasilitasi peran konselor sebaya agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan mental seluruh civitas akademika Universitas Tadulako.